Menu
Pendidikan
Mading Pesantren
Motivasi
“sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar”
قَالَ النَّبِيُ: ثَالِثُ نَفَرٍ يُظِلُّهُمْ اَللَّهُ تَحْتَ ظِلِ عَرْشِهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إلَا ظِلُهُ: اَلْمُتَوَضِّئُ فِي اَلْمَكَارِهَ وَالْمَاشِي إِلَى اَلْمَسَاجِدِ فِي اَلظُّلُمِ، وَمُطْعِمُ اَلْجَائِعِ.
وَقِيلَ لِإِبْرَاهِيمَ أَلِي شَيْءٍ اِتَّخَذَكَ اَللَّهُ خَلِيلًا؟ قَالَ بِثَلَاثَةِ أَشْيَاءَ: اِخْتَرْتُ أَمْرَ اَللَّهِ تَعَالَى عَلَى أَمْرِ غَيْرِهِ، وَمَا اِهْتَمَمْتُ بِمَا تَكَفَّلَ اَللَّهُ لِي، وَمَا تَعَشَّيْتُ وَمَا تَغَدَّيْتُ إلَا مَعَ اَلضَّيْفِ.
Terjemahan:
Nabi bersabda: “Tiga golongan yang akan dinaungi oleh Allah di bawah ‘Arsh pada hari tidak ada naungan kecuali naungan-Nya: orang yang berwudhu di tempat yang tidak disukai, orang yang berjalan ke masjid dalam kegelapan, dan orang yang memberi makan orang yang lapar.”
Dan dikatakan kepada Ibrahim, “Mengapa Allah menjadikanmu sebagai kekasih-Nya?” Ia menjawab, “Tiga hal: aku selalu mengutamakan perintah Allah daripada perintah selainnya, aku tidak pernah khawatir tentang rezeki yang telah dijamin oleh Allah, dan aku tidak pernah makan malam atau sarapan kecuali bersama tamu.” 😊
Bismillah
Alhamdulillah was sholaatu was salaamu ‘ala Rasulillah wa aalihi wa shohbihi wa man waalaahu.
Renungan Jumat pagi
20 RAJAB 1447 H
QS.AS-SYAMS : 7-10
*BAGAIMANA KABAR JIWA KITA SAAT INI ?*
Saudara sekalian,
●Bercermin beberapa kali sehari sepertinya itu menjadi kebutuhan kita semua.
●Tentu kita bercermin untuk melihat secara seksama apa yang perlu kita bersihkan di wajah, dan apa yang perlu kita rapikan di pakaian.
●Bercermin untuk jiwa sungguh jauh lebih penting.
●Memperhatikan dengan teliti apa yang perlu dibersihkan dari jiwa, apa yang perlu dirapikan dalam jiwa, bahkan apa yang perlu diterapi dalam jiwa.
●Rata-rata disaat kita sakit di fisik cepat terasa dan cepat diobati.
●Gangguan penyakit di jiwa, kelemahan-kelemahan jiwa, kotoran-kotoran jiwa, sulit cepat diobati, karena tidak terasa.
●Indikasi kelemahan iman adalah, dimana kita tak lagi merasakan ada yang salah pada jiwa kita, bahkan melihat salah pada yang menyalahlan atau mengingatkan kita.
●Karena itu, bercermin jiwa itu sangat penting, kontrol jiwa itu sangat penting, pembersihan jiwa, penguatan jiwa, terapi jiwa, senam jiwa, olah jiwa, konsumsi jiwa, semua itu penting bahkan lebih penting dari pada bercermin secara berlebihan kepada fisik.
Jangan lupa doa terbaiknya untuk kebaikan jiwa dan nurani ini :
يا مقلب القلوب ثبت قلبي على دينك
“Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, luruskan dan kokohkan hati ku diatas agamaMU”
*JUMAT MUBARAK*
Ya Rahman..,
Jadikan jiwa kami sangat sensitif pada penurunan kualitas iman, dan mudahkan kami untuk memperbaikinya. Aamiin.🤲🤲
(@msdrehem)
Bahwasanya saling mengingatkan tentang kebaikan adalah kewajiban bagi setiap muslim
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا ٱلْقُرْءَانَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِن مُّدَّكِرٍ
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur’an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mau mengambil pelajaran?”
➡ Allah sendiri yang menjamin bahwa Al-Qur’an mudah untuk dipelajari dan dihafalkan.
Sementara berjalan di tampilan mobile!